
Directed by Christopher Nolan ; Produced by Christopher Nolan, Aaron Ryder, Emma Thomas ; Screenplay by Jonathan Nolan, Christopher Nolan ; Based on The Prestige by Christopher Priest ; Starring Hugh Jackman, Christian Bale, Michael Caine, Scarlett Johansson, David Bowie, Piper Perabo, Andy Serkis, Rebecca Hall ; Music by David Julyan ; Cinematography Wally Pfister ; Editing by Lee Smith ; Studio Newmarket Films, Syncopy Films ; Distributed by Touchstone Pictures, Warner Bros. ; Release date(s) October 20, 2006 (2006-10-20) ; Running time 130 minutes ; Country United States ; Language English ; Budget $40 million ; Gross revenue $109,676,311 ;
Rated PG-13
Genre Drama, Mystery and Suspense
Genre Drama, Mystery and Suspense
Rottentomatoes : 75% (7.1/10)
Metacritic : 66/100
NikenBicaraFilm

Story / Cerita / Sinopsis:
Menceritakan rivalitas antara dua pesulap, The Great Danton / Robert Angier (Hugh Jackman) dan The Professor / Alfred Borden (Christian Bale). Angier dibantu oleh seorang insinyur John Cutter (Michael Caine) dan asistennya Olivia Wenscombe (Scarlett Johansson), sedangkan Borden hanya dibantu oleh asistennya Mr. Fallon. Dipenuhi ambisi untuk saling mengalahkan, rivalitas tidak sehat itu kemudian berujung pada tragedi yang menyedihkan.
Review / Resensi :
Film kelima Christoper Nolan ini ditulisnya bersama saudaranya, Jonathan Nolan (yang juga menulis screenplay film Memento) dan merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karangan Christoper Priest tahun 1995. Prestige, merujuk pada tiga tahapan dalam sulap. Tahap pertama, The Pledge : pesulap menunjukkan suatu benda yang kelihatannya biasa-biasa saja, dan menyuruh penonton untuk memastikan bahwa benda itu tidak menyimpan trik. Tahap kedua, The Turn : pesulap menghilangkan sesuatu dengan benda yang biasa-biasa itu. Namun dua tahap ini belum cukup, sesuatu yang hilang tersebut harus dimunculkan kembali. Makanya kemudian ada The Prestige, ketika benda yang hilang tersebut muncul dan membuat para penonton bertepuk tangan sambil bertanya-tanya bagaimana hal itu bisa terjadi.
Film kelima Christoper Nolan ini ditulisnya bersama saudaranya, Jonathan Nolan (yang juga menulis screenplay film Memento) dan merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karangan Christoper Priest tahun 1995. Prestige, merujuk pada tiga tahapan dalam sulap. Tahap pertama, The Pledge : pesulap menunjukkan suatu benda yang kelihatannya biasa-biasa saja, dan menyuruh penonton untuk memastikan bahwa benda itu tidak menyimpan trik. Tahap kedua, The Turn : pesulap menghilangkan sesuatu dengan benda yang biasa-biasa itu. Namun dua tahap ini belum cukup, sesuatu yang hilang tersebut harus dimunculkan kembali. Makanya kemudian ada The Prestige, ketika benda yang hilang tersebut muncul dan membuat para penonton bertepuk tangan sambil bertanya-tanya bagaimana hal itu bisa terjadi.
Sejauh yang saya baca nih dari plot The Prestige novel di wikipedia, tampaknya Nolan bersaudara melakukan beberapa perubahan pada filmnya (kamu bisa baca plot novelnya di wikipedia. Tapi ini cuma berlaku bagi yang uda nonton lho, yang belum nonton SAYA SARANKAN jangan baca dulu karena kenikmatan nontonmu akan SANGAT JAUH BERKURANG karena udah bisa tahu endingnya). Bagi saya, adaptasi tersebut dilakukan dengan jauh lebih baik dari novelnya. Nolan melakukan beberapa dramatisasi pada filmnya, contohnya adegan kecelakaan istri Angier yang kayaknya gag ada di novelnya. Selain itu endingnya juga dilakukan beberapa perubahan. Tapi menurut saya sih emang lebih asyik filmnya daripada novelnya (*berdasarkan plot yang saya baca di wikipedia lho yaaa... saya sih belum baca buku aslinya). Nolan juga menyajikan plot yang maju mundur, dan plot berjalan ketika masing-masing pesulap saling membaca jurnal lawannya masing-masing. Twisted endingnya pun baru dibuka pada lima menit terakhir, bersamaan dengan Borden digantung di tali gantung setelah sebelumnya bilang, “Abracadabra...”. Sungguh, setelah bersenang-senang dengan twist dari Memento, jujur The Prestige juga punya twist yang sama baiknya. Saya kira itu berkat adaptasi yang sangat baik dan Nolan juga menggarap naskahnya dengan cukup baik. Walaupun ya memang, agak kesulitan juga sih untuk mengikuti alur yang maju mundur itu.
Selain itu, tentu saja yang patut diperhatikan adalah jajaran pemain utamanya. Christian Bale (Empire of The Sun, The Fighter, Nolan's Batman), Michael Caine (aktor gaek yang baru2 ini main sebagai Alfred di Nolan's Batman), Hugh Jackman (Wolverine), dan Scarlett Johansson (Lost in Translation). Jackman dan Bale cukup baik lah memerankan karakter yang penuh obsesi dan ambisi yang tidak jelas. Tapi emang sih, sedikit kritik juga, bahwa karakter keduanya terasa minim sekali. Hilangkan perasaan obsesi dan ambisi itu, maka akan terlihat bahwa keduanya tidak punya karakterisasi yang kuat. Btw, kalo ditanya di film ini saya mihak yang mana, saya jawab saya ada di tim Batman, bukan tim Wolverine. Habis Bale di sini ganteng bangettt... #pleaseabaikan ^^ Caine, mungkin bermain tanpa beban, mukanya sendiri udah cocok banget untuk jadi Bapak-Bapak bijaksana yang harus sabar melihat kelakuan anak-anaknya yang ancur.
Anyway, film ini memang bukanlah masterpiece dari seorang Christoper Nolan, namun dengan dipenuhi oleh aktor-aktris terkenal dan jalan cerita yang cukup keren dan mengejutkan, saya pikir The Prestige menjadi sebuah pilihan film yang baik untuk ditonton. Lagipula, film ini juga cukup memanjakan mata melalui art direction dan sinematografinya yang menawan (FYI: The Prestige dinominasikan di ajang Oscar untuk kedua katagori itu). O ya, ending film ini benar-benar semakin sempurna karena ada lagu pacar saya (*iya, kali ini saya ngakunya pacar saya*=D). Analyse, by Thom Yorke – frontmannya band terbaik sepanjang masa – Radiohead.
Direkomendasikan untuk:
Semua penggemar film yang pada belum nonton...
Best Moment :
Of course, ketika semuanya dibuka pada ending...